Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Asosiasi Pelaku Usaha Pariwisata Jatim Awali Tak Gunakan Energi Subsidi

Asosiasi pelaku usaha pariwisata Jawa Timur tandatangani komitmen gunakan BBM non subsidi. SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro Surabaya – Asosiasi pelaku usaha pariwisata di Jawa Timur berkomitmen menggunakan energi non subsidi seperti bahan bakar minyak dan gas. Penggunaan energi non subsidi seperti BBM dan LPG ini untuk menggerakkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan energi tepat sasaran. Komitmen penggunaan energi non subsidi ini pertam kali dilakukan oleh para pengusaha di Jawa Timur. Sejumlah ketua asosiasi pengusaha membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmennya. Pengusaha tersebut, terdiri dari Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), dan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI). Penandatangan komitmen menggunakan energi non bersubsidi disaksikan Dwi Marhen Yono selaku Direktur Pemasaran Kemenparekraf RI, Evy Afiana Sari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, dan Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi. Direktur Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI, Dwi Marhen Yono, mengatakan dukungan terhadap sustainable tourism perlu adanya sustainable business character salah satunya dengan tidak menggunakan produk bersubsidi. “Hari ini kami hadir di Bursa Pariwisata Jawa Timur sekaligus memberikan imbauan untuk mendukung sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan). Mari kita hemat energi dan jangan menggunakan energi bersubsidi lagi untuk mendukung pariwisata Jatim berkelanjutan. Ini juga sekaligus memperluas jangkauan bagaimana nanti subsidi BBM dan LPG tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat untuk mereka yang lebih membutuhkan,” ujarnya, Jumat (24/5/2024). Ketua PHRI dan Badan Komisi Pariwisata Jawa Timur, Dwi Cahyono mendukung komitmen pengusaha untuk tidak menggunakan energi subsidi. “Jad ini memang salah satu langkah yang sudah kami lakukan untuk tidak mengambil dari yang berhak mendapat subsidi dari pemerintah. Kami juga merasa bangga sekali bisa berkomitmen di acara hari ini,” tegasnya. Sementara itu, Ahad Rahedi, Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengucapkan terima kasih atas kolaborasi bersama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur. “Harapannya, dengan penggunaan energi tidak bersubsidi bagi pelaku industri pariwisata bisa membantu memberikan pemahaman masyarakat,” katanya. Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, Jawa Timur merupakan provinsi pertama yang menginisiasi hal tersebut. “Kami mengapresiasi pelaku usaha pariwisata yang telah deklarasi anti energi subsidi. Harapannya komitmen serupa dapat direplikasi di provinsi lain oleh seluruh stakeholder dan asosiasi pelaku usaha lainnya agar subsidi energi semakin tepat sasaran,” tandasnya.(jk) Pos terkaitPertamina Tetap Salurkan BBM Pertalite Sesuai Penugasan Pemerintah Pertamina Siap Salurkan Subsidi Energi 2024 Tepat SasaranPemerintah Targetkan Subsidi Energi 2024 Rp186,9 TriliunDengan Koreksi Volume Penyaluran, Kepala BPH Migas: Diperkirakan Subsidi dan Kompensasi yang Dihemat Rp62,65 MiliarPPSDM Migas Bekali Regulasi BBM dan BBG Bersubsidi untuk ASN KESDMPertamina Patra Niaga Selenggarakan Pelatihan di PPSDM Migas