Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Koperasi PHRI Jabar-TP PPK Padusuka Kota Bandung Kolaborasi Manfaatkan Minyak Bekas

KLIKNUSAE.com – Koperasi PHRI Jabar bekerjasama dengan Tim Penggerak Pembinaan Kelurahan Sejahtera (TP PPK) Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung menggelar edukasi pemanfaatan minyak bekas (jelantah), Senin 10 Juni 2024. Ketua Koperasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar Gan Bondlie mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi kepada warga. Terutama, berkaitan dengan minyak goreng yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan warga dalam memenuhi kebutuhan pangan. “Kita ketahui bersama, setiap hari hampir setiap rumah tangga memasak menggunakan minyak goreng. Jika sudah berubah warnanya atau tak layak pakai, minyak bekas pakai tersebut akan dibuang,” kata Bondlie. BACA JUGA: Koperasi PHRI Jabar Jalin Kerjasama dengan BPR Kerta Raharja, Berikan Pinjaman Tanpa Bunga Berangkat dari kondisi ini, lanjut Bonbon—begitu ia akrab disapa, pihaknya mencoba memberikan pemahaman kepada warga, terutama ibu-ibu agar minyak bekas tersebut jangan dibuang begitu saja. “Ada manfaat lain yang bisa didapatkan. Tidak saja secara ekonomis, namun juga bisa mengurangi dampak kesehatan, jika pengelolahan minyak bekas dilakukan secara benar,” ujarnya. Selama Ini Dibuang Langsung Dikemukakan Bonbon, selama ini  minyak bekas pakai atau biasa disebut jelantah sering sekali dibuang langsung di saluran pembuangan air. Bahkan juga, ke bak cuci piring dan ke tanah. BACA JUGA: Koperasi di Kota Bandung Menyusut Tinggal 735 Unit “Meski terbilang praktis, cara tersebut nyatanya memiliki dampak buruk bagi lingkungan,” ujar Bonbon. Oleh sebab itu, dalam program edukasi ini Masyarakat diberikan pengetahuan, bagaimana mengelola minyak bekas dengan benar. Perlu diketahui bahwa minyak jelantah termasuk dalam limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan rumah tangga. Limbah B3 merupakan limbah yang dalam konsentrasinya mengandung zat berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan berdampak buruk pada kesehatan. BACA JUGA: Munggah Fest 2024 di Kota Cimahi Hadirkan Berbagai Kuliner Menarik, Apa Saja? Sementara itu, Nita Dhamanyanti Vitri selaku Ketua PKK Keluarga Padasuka menyampaikan apresiasi atas upaya Koperasi PHRI yang mau bekerjasama dalam pengelolahan limbah minyak bekas. “Harapan kami, dengan kerjasama ini bisa memberikan dampak positif bagi warga disini. Tidak saja dari sisi lingkungan, namun juga secara ekonomis,” kata Nita. "Kami juga ingin menyadarkan masyarakat agar secara bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan. Bahkan, minyak jelantah ternyata bisa jadi potensi menghasilkan uang juga lho,” pungkas Nita. ***