Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Okupansi Hotel Yogyakarta Jeblok, Sektor Pariwisata Terancam

Suasana Tugu Yogyakarta. Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim Yogyakarta: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut okupansi kamar memasuki libur lebaran 2025 jeblok. Persentase okupansi berada pada 5-20% "Periode 26 Maret hingga 1 April okupansinya 5 sampai 20%," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono dihubungi, Rabu, 26 Maret 2025.  Sementara periode 1-4 April 2025 okupansinya 40 persen. Menurut dia, kondisi ini merosot tajam dibanding periode lebaran 2024 yang mencapai 70%.  Kondisi itu bisa mengancam sektor pariwisata. Deddy berharap wisatawan yang akan berlibur nantinya langsung memesan kamar tanpa skema reservasi.  "Semoga di hari H tidak reservasi atau on the spot langsung ke hotel bisa meningkatkan hunian hotel di DIY," jelasnya.  Deddy mengatakan kondisi ini diperburuk tidak adanya Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dari lembaga pemerintahan maupun swasta. Menurutnya, pengelola perhotelan ini sedang mode bertahan untuk tidak memecat tenaga kerja.  "Kami bisa bertahan untuk tidak PHK 3 sampai 6 bulan, dan ini warning bagi pemerintah," kata dia.  Ia merasa sudah tak bisa berbuat lebih banyak dalam situasi saat ini. Bahkan, kata dia, okupansi reservasi saat ini tak jauh beda dibanding hari biasa.  "Catatan kami, okupansi Maret 2025 hanya 5 sampai 15%. Januari hanya 60-70%. Februari turun 50, Maret jeblok, April rata-rata 30% reservasinya," ujarnya.