Bupati Karimun Iskandarsyah bersama wakilnya Rocky Marciano Bawole membahas persoalan dunia pariwisata dengan PHRI dan agen travel perjalanan wisata di Karimun. (Ilfitra/gokepri.com) KARIMUN (gokepri.com) – Bupati Karimun, Iskandarsyah didampingi wakilnya Rocky Marciano Bawole memanggil stakeholder pelaku pariwisata yang ada di Karimun ke kediaman dinas bupati, Rabu 26 Maret 2025. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun, Muhammad Yunus, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Karimun, Agustyawarman serta agen travel perjalanan wisata di Karimun. Kepada para pelaku pariwisata, Bupati Iskandar meminta masukan bagaimana mendorong agar dunia pariwata di Karimun bisa maju dan berkembang. Kemudian, dia juga meminta masukan terkait persoalan apa saja yang menjadi penghambat dunia pariwisata di Karimun saat ini. Ketua PHRI Karimun, Agustyawarman menjelaskan, sebenarnya ada 5 persoalan utama yang menjadi penghalang majunya dunia pariwisata di Karimun. Pertama adalah persoalan sampah. Dia menyebut, saat ini sampah sudah menjadi momok yang menakutkan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Karimun. “Tumpukan sampah di jalanan utama Karimun tentu saja mengganggu pandangan mata, ditambah aroma yang kurang sedap dari sampah itu makin membuat wisatawan enggan untuk datang,” ujar pria yang akrab disapa Awan ini. Kedua adalah persoalan anak jalanan yang banyak berkeliaran di beberapa titik di Karimun, khususnya di persimpangan lampu merah dan jalan-jalan utama di daerah itu. Ketiga, baru-baru ini muncul polemik antara taksi online dengan konvensional dan oplet yang menimbulkan kekisruhan di Karimun. Keempat, masalah perparkiran di Karimun yang semraut terlebih di depat pelabuhan yang menjadi jantung kota serta mencerminkan wajah Kabupaten Karimun. Kelima adalah penyelenggaraan event di Karimun. PHRI meminta masukkan agar pemerintah melalui dinas terkait lebih banyak menyelenggarakan event-event yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan khususnya wisman ke Karimun. “Kami mengusulkan seperti hari raya ke delapan dalam perayaan Imlek, yakni membakar mercon agar bisa dimeriahkan. Acara ini tanpa memungut biaya sepersenpun dari pemerintah namun bisa dibuat dengan lebih meriah,” ungkapnya. Bupati Iskandar menampung semua persoalan yang disampaikan pelaku pariwisata di Karimun tersebut. Iskandar mengatakan, dari lima persoalan itu pemerintah daerah telah mengurai persoalan itu satu per satu, seperti persoalan sampah yang mulai ditata dengan baik. Begitu juga persoalan anak jalanan, parkir serta polemik antara taksi online dan konvensional yang juga sudah dicarikan solusinya bersama-sama. “Kita ingin bagaimana dunia pariwisata di Karimun ini bisa kembali bergairah. Tentu saja butuh dukungan dari kita semua,” pungkasnya. Penulis: Ilfitra Pos terkaitMerawat Tradisi, Bupati Karimun Resmikan Festival Lampu Colok Eid MubarakJelang Berbuka Puasa, Rutan Karimun Berbagi Takjil ke Masyarakat SekitarBaznas Karimun Salurkan Zakat Maal kepada 2.249 Mustahiq di Masjid AgungBupati Iskandar Dorong Pulau Kundur Jadi Pusat Ekonomi Baru di KarimunUsai Razia Blok, Petugas dan Warga Binaan Rutan Karimun Jalani Tes UrineTokoh Masyarakat Minta Penegak Hukum Tindak Judi Kasino di Hotel Satria