Post Views: 22 Channel9.id, Jakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkap anggotanya Sahira Hotels Group yang berada di kawasan Bogor, Jawa Barat terpaksa menutup operasional dua hotelnya pada 29 Maret 2025. Efisiensi anggaran pemerintah diduga jadi penyebab penutupan operasional hotel tersebut. Hal ini terungkap dalam surat yang dikirim Sahira Hotels Group kepada Ketua PHRI Bogor, 26 Maret 2025. Dua hotel tersebut masing-masing di Paledang dan Pakuan. “Kami memberitahukan kepada Ketua PHRI Kota Bogor bahwa operasional dari Hotel Sahira Butik Paledang dan Hotel Sahira Butik Pakuan akan ditutup pada 29 Maret 2025,” kata Direktur Operasional Sahira Hotels Group Adly, dikutip Kamis (27/3/2025). Melalui surat tersebut, Adly menyampaikan bahwa manajemen terpaksa menghentikan operasional kedua hotel seiring kondisi pariwisata dan perekonomian Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja serta dihentikannya segmen pasar Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) akibat pemangkasan anggaran oleh pemerintah. Adly mengatakan bahwa aktivitas Hotel Sahira Butik Paledang dan Sahira Butik Pakuan akan dihentikan sampai waktu yang ditentukan. “Aktivitas pada Hotel Sahira Butik Paledang dan Hotel Sahira Butik Pakuan akan dihentikan sampai waktu yang ditentukan pada kemudian hari,” ujarnya. Beberapa waktu lalu, PHRI dan Horwath HTL telah melakukan survei mengenai dampak kebijakan penghematan anggaran pemerintah terhadap industri perhotelan. Melibatkan Hasilnya, 88% responden memperkirakan akan membuat keputusan sulit dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) para pekerja demi mengurangi biaya pengupahan. Lalu, 58% mengantisipasi potensi gagal bayar pinjaman kepada bank dan 48% memproyeksikan adanya penutupan hotel karena defisit operasional. “Pokoknya kalau ini enggak jalan ya udah otomatis mereka menempuh 88%, kan mereka menjawab pasti mereka akan melakukan pengurangan yang lebih signifikan lagi,” kata Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers, Minggu (23/3/2025). Meski belum bisa memastikan berapa banyak potensi pekerja yang bakal dirumahkan imbas kebijakan ini, dia memperkirakan pelaku usaha mungkin akan terus melanjutkan pengurangan karyawan jika pemerintah tak kunjung merealisasikan sisa 50% anggaran perjalanan dinas. Untuk itu, dia mengharapkan pemerintah agar segera merealisasikan sisa 50% anggaran perjalanan dinas, guna mengantisipasi pengurangan karyawan lebih lanjut.