Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bali ramai turis, tapi hotel-hotel justru sepi. Temukan penyebabnya dari vila ilegal hingga perubahan tren.Siapa yang tidak tahu Bali? Pulau ini punya pantai indah dan sawah hijau. Banyak orang datang ke sana untuk liburan. Bahkan tinggal. Setiap tahun, banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri berkunjung. Tapi, ada yang aneh di awal 2025. Meski lebih banyak wisatawan datang, hotel-hotel di Bali malah sepi. Hotel-hotel tersebut tidak penuh. Padahal biasanya selalu ramai. Kenapa bisa begini?Wisatawan Banyak, Tapi Kamar Kosong Bali biasanya selalu ramai dengan turis. Hotel-hotel penuh. Banyak yang pesan. Tapi, sekarang hotel-hotel malah kosong. Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut tingkat hunian hotel turun 10-20% di awal 2025 (Tirto.id, 2025). Padahal, Bali kedatangan 17.000 wisatawan asing setiap hari. Kenapa bisa? Ternyata, banyak wisatawan sekarang memilih tinggal di vila, homestay, atau guest house. Mereka lebih suka tempat yang lebih murah. Fleksibel, dan lebih privat. Bukan hanya soal harga. Tapi juga soal kenyamanan. Mereka ingin suasana yang lebih tenang. Jauh dari keramaian hotel besar.Vila Ilegal dan Tren Baru TurisPenurunan okupansi hotel di Bali disebabkan oleh perubahan kebiasaan wisatawan. Wisatawan kelas menengah hingga bawah lebih memilih akomodasi murah. Seperti vila atau homestay. Akomodasi ini menawarkan harga yang lebih terjangkau dan fasilitas yang cukup baik.Masalahnya, banyak vila ilegal yang beroperasi tanpa izin. Data dari Detik.com menunjukkan bahwa sekitar 30% vila di Bali tidak punya izin resmi (Detik.com, 2025). Vila ilegal ini tidak perlu bayar pajak hotel. Jadi bisa menawarkan harga lebih murah. Beberapa vila ilegal juga disalahgunakan untuk hal yang tidak benar. Seperti tempat prostitusi (Antaranews, 2025).Jika kamu punya hotel yang sudah bayar pajak dan ikuti aturan, tentu merasa tidak adil. Kamu harus bersaing dengan vila ilegal yang tidak punya beban biaya yang sama.Pajak Bocor, Persaingan Tak SehatVila ilegal tidak hanya merugikan hotel. Tapi juga ekonomi Bali secara keseluruhan. Vila-vila ini tidak bayar pajak. Sehingga pemerintah Bali kehilangan pendapatan dari pajak hotel dan restoran. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan bahwa vila ilegal merugikan pendapatan daerah yang sangat penting untuk pembangunan (Detik.com, 2025).Kerugian ini lebih dari sekadar pajak. Hotel-hotel yang sudah berinvestasi besar sekarang kesulitan. Mereka harus bersaing dengan vila ilegal yang tidak beroperasi secara transparan. Jika terus dibiarkan, hotel akan merugi. Ekonomi Bali juga terdampak. Sektor perhotelan adalah penyumbang besar ekonomi Bali. Selain itu, harga tiket pesawat yang tinggi juga memperburuk keadaan. Banyak wisatawan domestik yang memilih libur lebih singkat. Atau akomodasi lebih murah. Ini menurunkan pendapatan yang seharusnya diterima oleh hotel (Tirto.id, 2025).Regulasi Vila dan Daya Tarik HotelPemerintah Bali, PHRI, dan BVRMA sedang berusaha menertibkan vila ilegal. Mereka sedang memperketat aturan supaya hanya vila yang punya izin yang boleh beroperasi di Bali (Antaranews, 2025). Dengan cara ini, persaingan bisa lebih sehat dan hotel berizin punya kesempatan bersaing adil.Selain itu, hotel juga perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan wisatawan yang berubah. Misalnya, hotel bisa menawarkan harga yang lebih fleksibel. Dari yang murah hingga yang lebih mewah. Ini akan menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai kalangan.PenutupBali sekarang menghadapi dilema besar. Apakah mereka fokus pada jumlah wisatawan atau kualitas? Pemerintah Bali harus berpikir ulang cara mereka mengelola pariwisata. Punya banyak turis memang bagus. Tapi pengalaman liburan yang berkesan tentu lebih penting.Pemerintah harus lebih ketat soal vila ilegal dan tingkatkan kualitas hotel. Bali harus berubah sesuai zaman. Tanpa mengurangi daya tarik utamanya. Bali perlu jadi tempat yang mengutamakan kualitas, bukan hanya kuantitas. ***Referensi:Tirto.id. (n.d.). Anomali di Bali: Okupansi hotel anjlok meski wisatawan membludak. Retrieved from https: //tirto. id/anomali-di-bali-okupansi-hotel-anjlok-meski-wisatawan-membludak-g9XWBarometerBali. (2025, March 27). Anomali di Bali: Wisatawan membludak tapi okupansi hotel anjlok, kemana turis menginap? Retrieved from https: //barometerbali. com/2025/03/27/anomali-di-bali-wisatawan-membludak-tapi-okupansi-hotel-anjlok-kemana-turis-menginap/Antara News. (n.d.). Koster terima laporan akomodasi melanggar hingga jadi vila prostitusi. Retrieved from https: //m. antaranews. com/amp/berita/4705825/koster-terima-laporan-akomodasi-melanggar-hingga-jadi-vila-prostitusiDetik.com. (n.d.). Rugi Bali gegara marak vila ilegal. Retrieved from https: //www. detik. com/bali/berita/d-6750137/rugi-bali-gegara-marak-vila-ilegalKontan.co.id. (n.d.). PHRI: Okupansi hotel Lebaran 2025 lebih rendah dibanding tahun lalu. Retrieved from https: //industri. kontan. co. id/news/phri-okupansi-hotel-lebaran-2025-lebih-rendah-dibanding-tahun-laluPos Bali. (n.d.). Fenomena pariwisata Bali: Kunjungan meningkat tapi okupansi hotel rendah, berikut 4 faktor penyebabnya. Retrieved from https: //www. posbali. net/pariwisata/1425800485/fenomena-pariwisata-bali-kunjungan-meningkat-tapiokupansi-hotelrendah-berikut-4-faktor-penyebabnyaCNBC Indonesia. (2025, March 27). WNA bisnis gelap di Bali merajalela, I Wayan Koster langsung bertindak. Retrieved from https: //www. cnbcindonesia. com/news/20250327133813-4-622276/wna-bisnis-gelap-di-bali-merajalela-i-wayan-koster-langsung-bertindakBisnis.com Bali. (2025, March 27). Okupansi hotel di Bali diprediksi naik hingga 77% pada momen Lebaran. Retrieved from https: //bali. bisnis. com/read/20250327/561/1865223/okupansi-hotel-di-bali-diprediksi-naik-hingga-77-pada-momen-lebaranBali News ID. (n.d.). Okupansi hotel di Bali menurun, PHRI ungkap penyebabnya. Retrieved from https: //balinews. id/okupansi-hotel-di-bali-menurun-phri-ungkap-penyebabnya/Antara News. (n.d.). Broker resmi vila di Bali bentuk asosiasi untuk perangi bisnis ilegal. Retrieved from https: //www. antaranews. com/berita/4692677/broker-resmi-vila-di-bali-bentuk-asosiasi-untuk-perangi-bisnis-ilegalFollow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI 1 2 3 Lihat Travel Story Selengkapnya