Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Cegah Mark-Up Oknum Nakal, PHRI Jateng Usul Transparansi Harga Hotel

Grand Candi Hotel akan meriahkan Nataru 2025 dengan beragam promo dan program yang menarik. SEMARANG, beritajateng.tv – Industri perhotelan di Jawa Tengah (Jateng) masih menghadapi ketidakpastian akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Hingga saat ini, kantor-kantor pemerintahan masih enggan membelanjakan anggarannya untuk kegiatan di hotel. Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Bambang Mintosih mengungkapkan, situasi ini menyebabkan stagnasi perputaran uang di sektor perhotelan. Padahal, biasanya pada pertengahan April, beberapa hotel mulai menerima banyak reservasi dari instansi pemerintah. “Tahun-tahun sebelumnya, mulai pertengahan April, sekitar tanggal 10, sudah ada event-event pemerintah. Tapi tahun ini belum ada reservasi sama sekali,” ujar Bambang, Jumat, 28 Maret 2025. Ia menegaskan, anggaran pemerintah telah terpotong 50 persen sejak awal. Sehingga, dana yang ada seharusnya segera di alokasikan untuk berkegiatan di hotel agar industri tetap bergerak. “Jika anggaran ini terus ditunda, maka tidak akan ada perputaran uang dari sektor pemerintah di hotel. Yang justru menjadi segmen terbesar industri perhotelan di Jawa Tengah,” tambahnya. BACA JUGA: Okupansi Hotel di Jateng Melonjak saat Libur Lebaran, Tembus 90 Persen Benk sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) masih menjadi tulang punggung industri hotel di Jateng. Pemerintah adalah klien dan market terbesar. Banyak kegiatan seperti sosialisasi program kementerian, pelatihan, dan regulasi baru yang biasanya berlangsung di hotel. Namun, kebijakan efisiensi yang belum jelas membuat instansi masih ragu-ragu melakukan reservasi. Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut: Gabung ke Saluran