Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Bagaimana Denyut Ekonomi Rakyat di Musim Lebaran 2025?

Apa yang Anda pelajari dari artikel ini? Tambah atau berkurang jumlah pemudik pada musim libur Lebaran 2025?Bagaimana dengan jumlah uang beredar?Apa pengaruhnya pada bisnis rental mobil?Bagaimana pula dampaknya pada sektor perhotelan? Apa upaya pemerintah?1. Tambah atau berkurang jumlah pemudik pada musim libur Lebaran 2025? Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pemudik Lebaran 2025 sebanyak 146,48 juta orang sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia. Proyeksi ini didasarkan atas survei bekerja sama dengan Litbang Harian Kompas. Proyeksi pada musim Lebaran 2025 tersebut turun 24 persen dibandingkan dengan proyeksi pada periode sama di 2024 sebanyak 193,6 juta orang pemudik. Realisasinya, 162,2 juta orang yang melakukan perjalanan pada periode tersebut. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR di Jakarta mengemukakan, puncak mudik diperkirakan terjadi pada tiga hari sebelum atau H-3 Lebaran. Proyeksinya, sekitar 11,5 persen atau 16,85 juta orang akan bergerak.”Mobil pribadi merupakan moda transportasi dengan share (proporsi) tertinggi sebanyak 4,21 juta dengan asal perjalanan Jabodetabek dengan tujuan perjalanan ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat,” ujar Dudy, Selasa (11/3/2025).2. Bagaimana dengan jumlah uang beredar? Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang berpendapat, seiring dengan turunnya jumlah pemudik tersebut, jumlah perputaran uang selama libur Lebaran 2025 pun turun. Dibandingkan dengan 2024, perputaran uang saat Lebaran 2025 diperkirakan turun 12,28 persen.”Jika asumsi perputaran uang selama Idul Fitri 2024 mencapai Rp 157,3 triliun, asumsi perputaran uang selama Idul Fitri 2025 diprediksi mencapai Rp 137,97 triliun. Prediksi tersebut dihitung dari jumlah pemudik tahun ini sejumlah 146,48 juta atau setara dengan 36,26 juta keluarga dengan asumsi per keluarga empat orang,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (18/3/2025).Penghitungan tersebut mengacu pada jumlah rata-rata uang yang dibawa setiap keluarga pemudik senilai Rp 3,75 juta atau naik 10 persen dari Lebaran 2024. Dengan demikian, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 137,97 triliun. Angka ini cenderung mengambil batas minimal dan moderat.Penghitungan itu berpotensi meningkat. Jika rata-rata uang yang dibawa per keluarga adalah Rp 4 juta, total perputaran uang menjadi Rp 145,04 triliun. Kendati demikian, asumsi perputaran uang Lebaran 2025 yang dalam kisaran Rp 137 triliun-Rp 145 triliun ini masih berada di bawah perputaran uang Lebaran 2024.3. Apa pengaruhnya pada bisnis rental mobil?Usaha rental atau persewaan mobil pada masa liburan Lebaran 2025 tak secerah tahun-tahun sebelumnya. Lemahnya daya beli masyarakat dan lesunya ekonomi berdampak besar pada berbagai lini, termasuk pelaku usaha persewaan mobil yang saling bergantung dengan pergerakan mudik, sektor pariwisata, serta perjalanan dinas kementerian dan lembaga.Direktur Trans Holiday Rino Zulyadi pusing dengan lesunya persewaan mobil pekan-pekan ini. Padahal, masa liburan Lebaran merupakan hari yang paling dinanti untuk meraup rezeki lebih banyak. Namun, kenyataannya bisnis rental pada libur Lebaran 2025 tak secerah biasanya.”Penurunan pemesanan atau sewa mobil bisa sampai 30-40 persen. Situasi ini seperti zaman Covid-19 dulu. Bedanya dulu kita masih dapat keringanan relaksasi hingga dispensasi bunga. Kalau sekarang tidak ada, makanya penurunan persewaan mobil ini terasa benar-benar memukul sektor transportasi,” ujar Rino, saat dihubungi, Sabtu (29/3/2025).Ketua Umum Rent Car Indonesia Rescky Noereal Roma mengatakan, penurunan minat sewa mobil sudah terjadi selama tiga bulan terakhir. Tren penurunan itu paling dirasakan terjadi pada Maret, terutama mendekati libur panjang hari raya Nyepi dan Lebaran.Permintaan pasar untuk jasa sewa kendaraan, Rescky menjelaskan, turun hingga 35 persen. Ini antara lain terkait kebijakan efisiensi terhadap jasa sewa kendaraan dari pemerintah yang mencapai 73,3 persen.”Efisiensi dari perjalanan dinas dan event membuat permintaan pasar di sektor swasta dan pemerintah juga mengalami penurunan drastis dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.4. Bagaimana pula dampaknya pada sektor perhotelan?Tingkat hunian hotel secara nasional pada Lebaran 2025 lebih rendah ketimbang periode sama tahun sebelumnya. Rendahnya daya beli masyarakat serta pergeseran tren preferensi akomodasi dan penginapan ditengarai jadi penyebabnya.Dua hari menjelang Lebaran, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan, geliat berlibur masyarakat pada Lebaran 2025 lebih lesu. Durasi menginap lebih singkat. Ini tecermin dari tingkat hunian atau okupansi hotel.”Trennya, yang terjadi dari sisi libur Lebaran ini, kelihatannya peak (puncak) itu rata-rata hanya sampai dengan Lebaran hari ketiga. Setelah itu, berdasarkan laporan yang masuk, langsung turun okupansinya (hotel),” ujar Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (29/3/2025).PHRI memperkirakan para pemudik mempersingkat waktu liburannya. Ada potensi para pelaku perjalanan menginap di rumah saudara atau penginapan lain yang tidak tercatat PHRI. Namun, Hariyadi meyakini opsi utama menginap masih di perhotelan.5. Apa upaya pemerintah?Pemerintah menempuh sejumlah langkah guna menggenjot perekonomian selama musim libur Lebaran 2025. Di antaranya adalah memastikan pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negara dan pensiunan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2025, pemerintah mendorong peningkatan permintaan serta pasokan barang dan jasa dalam momentum Lebaran 2025.Berbagai program untuk merangsang konsumsi masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri 2025 itu, antara lain, program pariwisata selama periode Lebaran yang diproyeksikan mencapai 122,1 juta perjalanan wisatawan. Ada pula insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang ditambah sebesar 6 persen untuk tiket transportasi. Pemerintah juga menerapkan diskon tarif jalan tol 20 persen untuk perjalanan jarak jauh di beberapa ruas jalan tol. Diskon itu berlaku pada H-7 hingga H-4 Idul Fitri, serta H+7 hingga H+8 Idul Fitri.”Kebijakan-kebijakan tersebut disusun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta memastikan stabilitas ekonomi makro,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip pada Kamis (27/3/2025).