Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Apa Saja Alternatif Kegiatan untuk Mengisi Libur Lebaran?

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?Apa saja wisata alternatif untuk mengisi libur Lebaran?Apakah ada perubahan jadwal operasional angkutan umum saat libur Lebaran?Masih bisakah pesan hotel untuk staycation dadakan di libur Lebaran?Bagaimana membuat ucapan Lebaran yang bermakna?Apa saja wisata alternatif untuk mengisi libur Lebaran?Selain bersilaturahmi dengan keluarga, ada berbagai aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengisi libur Lebaran. Tak terkecuali bagi warga Jakarta yang tidak mudik ke kampung halaman.Warga yang ingin menapak tilas sejarah kota Jakarta bisa mengikuti paket walking tour ke Kota Tua, pecinan, hingga Blok M. Paket wisata sejarah di Kota Tua dimulai dari berkumpul di Stasiun Jakarta Kota, lalu berkeliling ke Museum Mandiri, Museum Bank Indonesia, Kali Besar, Toko Merah, Lapangan Fatahillah, hingga Kafe Acaraki.Masyarakat juga bisa menikmati lengangnya Jakarta dengan berkeliling menggunakan moda transportasi yang sudah terintegrasi, seperti bus Transjakarta, kereta rel listrik (KRL), moda raya terpadu (MRT), dan lintas rel terpadu (LRT). Tentu kondisi transportasi ini tidak sepadat pada hari-hari kerja.Warga atau wisatawan yang ingin rekreasi keluarga bisa memilih sejumlah tempat rekreasi legendaris, seperti Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah.Apakah ada perubahan jadwal operasional angkutan umum saat libur Lebaran? Waktu operasional Transjakarta diperpanjang, terutama pada rute-rute yang terhubung dengan stasiun kereta api dan pelabuhan. Jika biasanya layanan berakhir pada pukul 22.00 WIB, bus akan tetap beroperasi hingga pukul 23.59 WIB pada 2-7 April 2025.Transjakarta juga membuka lima rute angkutan malam hari atau amari dari Terminal Pulo Gebang menuju berbagai terminal di Jakarta. Layanan ini akan aktif dari pukul 00.00 hingga 05.00 WIB selama 2-7 April 2025. Dengan begitu, warga yang baru kembali dari kampung halaman bisa tetap terlayani meskipun tiba dini hari.Sementara itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) turut menyesuaikan jadwal operasional untuk masa libur Lebaran. Mulai 28 Maret hingga 7 April 2025, MRT akan melayani penumpang dari pukul 05.00 hingga tengah malam. Semua stasiun tetap buka, dengan tambahan petugas yang disiagakan untuk menjaga kenyamanan selama periode tersebut.Masih bisakah pesan hotel untuk ”staycation” dadakan di libur Lebaran?Tingkat reservasi hotel di Yogyakarta pada 1-6 April sebanyak 40 persen. Artinya, masih banyak kamar hotel yang dapat dipesan oleh pemudik meskipun pemesanan dilakukan secara dadakan.Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono mengatakan, tingkat reservasi pada Lebaran tahun ini jauh lebih rendah. Pada H-2 hingga H+5 Lebaran 2024, tingkat reservasi mencapai 70 persen.Dibukanya jalur Tol Solo-Yogyakarta hingga wilayah Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, diharapkan turut mendongkrak aliran wisatawan ke Yogyakarta saat liburan nanti. Ruas tol itu membuat perjalanan dari sejumlah kota di Pulau Jawa ke Yogyakarta kian mudah dan cepat.Selain itu, adanya diskon tiket pesawat juga akan membantu menambah minat wisatawan. ”Prediksi puncak okupansi hotel pada tanggal 2-3 April nanti. Targetnya 80-90 persen okupansi,” ucap Deddy.Bagaimana membuat ucapan Lebaran yang bermakna?Masyarakat yang ingin membuat ucapan lebaran bisa mengetik di kolom pencarian Google terkait contoh ucapan Lebaran. Di sana akan ada ratusan bahkan ribuan situs yang menyediakan contoh-contoh ucapan Lebaran tersebut. Bahkan, jika malas mencari, saat ini masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi berbasis akal imtitasi atau kecerdasan buatan (artificial intelligence), seperti ChatGPT dan MetaAI. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa meminta dibuatkan kalimat yang bisa dipakai untuk ucapan Lebaran.Namun, masyarakat harus berhati-hati, terutama jika memberikan ucapkan selamat Lebaran dengan kalimat-kalimat yang nyeleneh. Jangan sampai kalimat-kalimat yang dilontarkan justru bernada kasar, tidak etis, bahkan SARA (suku, agama, ras, antargolongan). ”Yang tadinya mau maaf-maafan, malah enggak jadi deh karena temannya tersindir atau tidak terima,” kata dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Deden Mauli Darajat.