Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta saat libur Lebaran 2025 belum sesuai dengan target Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan rata-rata okupansi hotel di DIY pada tanggal 1 dan 2 April 2025 hanya 60 persen, sementara reservasi pada tanggal 2 hingga 5 April hanya 50 persen saja. "Sampai dengan saat ini target 80 persen belum tercapai," katanya, Rabu (02/04/2025). Ia menyebut saat ini reservasi hotel didominasi oleh bintang 3 hingga bintang 5. Okupansi hotel pada libur lebaran tahun ini pun belum merata, masih terpusat di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. "Belum merata, di Kota Yogyakarta dan Sleman," sambungnya. Dibandingkan dengan libur Lebaran tahun 2024 lalu, ada penurunan sekitar 20an persen. Jika tahun 2024 okupansi hotel tinggi selama 5 hingga 6 hari, tahun ini hanya 4 hari saja. Deddy menduga penurunan okupansi hotel di DIY terjadi karena turunnya daya beli masyarakat. "Kos harian (ilegal) dan lain-lain juga mempengaruhi (okupansi hotel di DIY), namun infonya, mereka (okupansi di kos harian dan lain-lain) juga berkurang," imbuhnya. (maw)