Ekonomi – Cianews – Libur Lebaran 2025 di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menunjukkan tren yang sedikit mengejutkan. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB, okupansi hotel dan penginapan mengalami penurunan 3 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai 70 persen sejak H+1 hingga hari ketiga Lebaran. Meskipun angka ini masih tergolong tinggi, kenyataannya lebih rendah dari angka 73 persen pada Lebaran 2024. Ketua PHRI KBB, Eko Suprianto, mengungkapkan pergeseran tren pemesanan sebagai salah satu faktor penyebab. "Kalau dibanding tahun lalu bisa sampai 73 persen. Jadi gak lebih baik dari tahun lalu, tapi penurunan gak signifikan," ujar Eko. Ia menjelaskan adanya pergeseran dari pemesanan jauh hari (booking) ke pemesanan mendadak (walk-in). Meskipun demikian, Eko tetap optimistis sektor pariwisata akan pulih sepenuhnya. "Meski begitu, kita masih optimis bahwa okupansi bisa naik kembali seperti sebelum Pandemi," tambahnya. Gambar Istimewa : jabarekspres.com Menariknya, Eko tidak mengaitkan penurunan ini secara langsung dengan penurunan daya beli masyarakat. Sebaliknya, ia menunjuk kebijakan pemerintah sebagai faktor yang lebih signifikan. Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN dan APBD, serta larangan study tour, dinilai Eko berdampak langsung dan instan terhadap bisnis perhotelan. "Untuk faktor daya beli masyarakat sejauh ini kita belum melihat. Justru kebijakan Inpres efisiensi dan larangan study tour. Kunjungan bulanan kita turun sampai 40 persen," jelasnya. Dampak larangan study tour ini, menurut Eko, sangat terasa pada penurunan okupansi hotel di Lembang. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali dampak kebijakan tersebut terhadap sektor pariwisata. Tags: Ikutikami :