Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Cuaca terik menggantung di langit Kota Cirebon pada Senin (24/11/2025) siang itu. Di salah satu sudut kota, Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki, duduk sambil membuka ponsel yang isinya penuh jadwal-jadwal tahun sebelumnya. Di layar, jejak agenda pemerintah yang dulu berderet panjang tampak semakin kosong. “Untuk tahun 2026 sebenarnya kalau jujur, gambaran dari saya sih suram. Suram," ujar Kiki, seolah memastikan setiap kata tertanam jelas, Senin (24/11/2025). Ia mengakui situasi itu bukan hanya terjadi di Cirebon. Baca juga: PHRI Pangandaran Minta Hotel Tak Naikkan Harga Ugal-ugalan pada Libur Nataru “Kota-kota lain pun gambarannya nih suram," ucapnya. Imam bercerita, akhir tahun biasanya menjadi waktu paling sibuk bagi hotel. November dan Desember adalah momentum ketika acara kementerian, provinsi, hingga perusahaan swasta mulai berdatangan sebagai proyeksi awal tahun. Namun kali ini, tidak ada tanda-tanda itu. “Biasanya kita di akhir tahun nih, tahun depan tuh wacana sudah ada. Januari, Februari, Maret. Tapi sekarang? Zonk. Enggak ada," jelas dia. Situasi yang dimaksudnya bukan sekadar sepi biasa, melainkan hilangnya pola. Ia menegaskan, industri acara besar, seperti MICE adalah sektor yang paling cepat membaca arah perekonomian. MICE adalah singkatan dari Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions, sebuah segmen industri pariwisata yang berfokus pada penyelenggaraan acara bisnis dan profesional. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor MICE menjadi salah satu pendorong utama okupansi hotel karena mampu menarik kunjungan dalam jumlah besar dan terjadwal. Tidak hanya meningkatkan pendapatan hotel, kegiatan MICE juga memberi dampak ekonomi bagi daerah sekitar melalui konsumsi peserta, transportasi, serta belanja produk lokal.