Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Jawa Barat Fokus Perkuat Daya Saing Industri Hotel–Restoran, Cirebon Jadi Pusat Konsolidasi

CIREBON – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat memasuki 2025 dengan sederet isu strategis yang menjadi perhatian utama organisasi. Scroll Untuk Lanjut Baca Scroll Untuk Lanjut Baca Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) I BPD PHRI Jawa Barat yang digelar di Kota Cirebon, Rabu (26/11/2025). RAKERDA ini menjadi wadah konsolidasi seluruh pengurus BPC PHRI se-Jawa Barat untuk merumuskan langkah konkret memperkuat industri yang kini menghadapi persaingan ketat, perubahan pola wisatawan, hingga tuntutan peningkatan kualitas layanan. Isu Utama PHRI Jawa Barat Tahun 2025 1. Penguatan Ketangguhan Usaha BPD PHRI Jabar menilai industri hotel dan restoran perlu memperkuat fondasi bisnis agar mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi. Penguatan manajemen, efisiensi operasional, dan peningkatan kompetensi SDM menjadi agenda prioritas. Ketua BPD PHRI Jabar, Dodi Ahmad Sofiandi, menegaskan bahwa sinergi antar-pengurus daerah sangat diperlukan untuk menjawab tantangan industri. “PHRI harus hadir dengan langkah yang lebih strategis, bukan hanya reaktif. Konsolidasi antar-BPC hari ini sangat menentukan arah industri ke depan,” ujarnya. 2. Standarisasi Pelayanan dan Sertifikasi SDM PHRI Jabar menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperluas sertifikasi kompetensi, termasuk standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment). Sertifikasi dianggap penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memenuhi kebutuhan wisatawan modern. 3. Transformasi Digital dan Adaptasi Tren Wisata Perubahan perilaku wisatawan yang semakin digital dianggap menjadi tantangan serius. PHRI mendorong hotel dan restoran menguatkan digitalisasi mulai dari sistem reservasi, pemasaran, pembayaran, hingga pengelolaan data tamu. 4. Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Hospitality PHRI menekankan pentingnya integrasi produk lokal dalam layanan hotel dan restoran—mulai dari batik, kuliner, hingga produk UMKM daerah lainnya. Strategi ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah pariwisata sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. 5. Optimalisasi Potensi MICE Jawa Barat Kota-kota di Jabar, termasuk Cirebon, dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat MICE. PHRI Jabar mendorong peningkatan kualitas fasilitas dan layanan agar daerah-daerah di Jawa Barat semakin kompetitif dalam menarik agenda pertemuan berskala nasional maupun internasional. Cirebon Jadi Simbol Kolaborasi Pariwisata Jabar Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyambut baik penunjukan Cirebon sebagai tuan rumah RAKERDA. Ia menyebut kehadiran para pelaku utama industri perhotelan dan restoran sebagai energi besar bagi pemulihan dan percepatan ekonomi Jawa Barat. “Ketangguhan pariwisata tidak bisa dibangun sendiri. PHRI punya kontribusi besar dalam memperkuat kualitas SDM, layanan, dan inovasi industri,” ujar Edo. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi data antara pelaku usaha dan pemerintah agar kebijakan pariwisata lebih tepat sasaran. Momentum Penentuan Arah Strategis PHRI Jabar RAKERDA PHRI Jabar ini diharapkan melahirkan rekomendasi program kerja 2025 yang lebih menyentuh isu fundamental industri, bukan sekadar agenda seremonial. “Ini momentum penyatuan langkah. PHRI harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem pariwisata Jawa Barat,” tutup Dodi.***