Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

AKSI Oknum Driver Meresahkan Wisatawan Dapat Rusak Citra Pariwisata Bali

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menyayangkan dua video viral oknum driver meresahkan wisatawan. Video pertama terjadi di wilayah Pelabuhan Sanur Denpasar, oknum driver marah-marah kepada wisatawan asing karena tidak menggunakan jasa transportasi lokal dan video kedua terjadi di Pelabuhan Padang Bai Karangasem menimpa wisatawan lokal dari Kalimantan. "Satu tentu tidak sopan ya, kedua tidak ada etika, yang ketiga tentu akan membuat cita buruk daripada pariwisata kita," kata Gung Rai kepada tribunbali.com, Jumat 28 November 2025. Baca juga: VIRAL Video Adu Mulut Soal Jasa Transportasi di Padangbai, Berakhir Saling Minta Maaf! Baca juga: BREAKING NEWS! Bocah 11 Tahun Tewas Terseret Arus di Pantai Padang Galak Sore Tadi Proses mediasi pasca viralnya video adu mulut soal jasa transportasi di Padangbai, Jumat (28/11/2025). (Tribun Bali/Eka Mita Suputra/EKA MITA) Ia menambahkan, terkait dengan hal ini sebenarnya dapat dibicarakan dengan baik-baik dan jangan sampai terjadi missunderstanding atau kesalahpahaman antara tamu, driver setempat dan driver online. Dan ketika terjadi kesalahpahaman bahkan videonya viral di sosial media tentu akan membuat citra pariwisata Bali buruk. Karena kita harus ingat Bali ini sangat amat tergantung, daripada sektor pariwisata, sangat sulit untuk mendapat kepercayaan dunia. "Mereka datang ke Bali ini kan untuk berlibur, untuk mencari kenyamanan dan menikmati budaya, tradisi, dan juga keindahan Pulau Bali ini. Ya mesti semuanya saling menjaga hal itu (kepercayaan, keamanan dan kenyamanan wisatawan). Intinya kan komunikasi yang baik. Jangan sampai membuat citra pariwisata kita buruk, kita sama-sama menjaga citra pariwisata Bali," ungkap Gung Rai. Seperti program yang sudah dicanangkan oleh Gubernur Bali Pembangunan Pariwisata Berbasis Budaya, Berkualitas, Berkelanjutan, dan Bermartabat dan kita semua harus menjaga citra pariwisata Bali di mata dunia. Karena kita tahu di sini, Bali ini penyangga utama ekonomi nya sebesar 66 persen kontribusinya dari sektor pariwisata maka dari itu sektor ini betul-betul kita harus jaga keamanannya, kebersihannya dan kenyamanannya. "Semuanya itu harus dijaga dengan baik, baik etika itu harus ada, itu harus sangat-sangat dijaga Makanya perlu ini ditertibkan (oknum driver nakal), mungkin harus lebih sering mensosialisasikan (Pariwisata Bali Berbasis Budaya, Berkualitas, Berkelanjutan, dan Bermartabat)," ucapnya.(*)