Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Kondisi Perhotelan Belum Baik, PHRI DI Yogyakarta Berharap Upah Sektoral Dihapuskan

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY berharap upah sektoral dihapuskan. Hal itu disampaikan oleh Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono.  Deddy mengatakan kondisi industri perhotelan di DIY masih belum baik. Kondisi ini disebabkan oleh turunnya okupansi hotel di DIY akibat efisiensi pemerintah. Selain itu, ada pelarangan study tour di beberapa DIY hingga penurunan daya beli masyarakat.  "Kita saat ini kondisinya belum baik-baik saja, masih sentik-sentik (terseok-seok). Okupansi kita turun 15-20 persen periode Januari sampai Oktober 2025 dibanding tahun 2024. Selain itu ada kenaikan-kenaikan pajak, retribusi," katanya, Jumat (28/11/2025).  "Kita hanya berharap upah sektoral bagi kami persentasenya turun atau dihilangkan untuk tahun depan. Karena kondisi kita belum baik-baik saja," sambungnya.  Menurut dia, upah sektoral cukup memberatkan pengusaha hotel dan restoran. Di sisi lain, perhotelan sudah menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.  Pihaknya berharap ada relaksasi agar perhotelan bisa bernapas dari besarnya biaya operasional.  "Agar kami masih bisa bernafas hidup, kami untuk SDM menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Paling utama adalah antara kita dan tenaga kerja bisa hidup menghidupi. Yang utama adalah kita (bisnis) jalan, tenaga kerja jalan," pungkasnya. (maw)