Terjadi pergeseran preferensi wisatawan, dari akomodasi hotel ke villa, homestay, indekos harian, hingga rumah sewa. Bisnis.com, SEMARANG — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta mencatat bahwa tingkat reservasi hotel untuk periode 20 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026 masih berada pada kisaran 30-40%.Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut bahwa wilayah dengan tingkat reservasi tertinggi berada di wilayah tengah Kota Yogyakarta, khususnya di kawasan Malioboro dengan okupansi hotel mencapai 50%-60%. Sementara itu, hotel di wilayah lain di DIY masih mencatat tingkat hunian yang relatif lebih rendah.“Kami berharap pada tanggal 30-31 Desember nanti okupansi dapat naik dengan wisatawan yang datang langsung ke hotel-hotel. Meski cara ini akan menyulitkan wisatawan nantinya, karena jika hotel yang dituju penuh maka mereka akan berkeliling Yogyakarta untuk mencari hotel, dan akhirnya menyebabkan kepadatan lalu lintas,” jelas Deddy, Senin (15/12/2025).Guna mencegah masalah tersebut, Deddy mengimbau kepada para wisatawan yang ingin menghabiskan libur Nataru di Yogyakarta untuk bisa merencanakan perjalanan lebih awal. “Oleh karena itu, kita sangat menyarankan untuk lebih dahulu reservasi hotel yang dipilih,” katanya Dari sisi asal wisatawan, Deddy menyebut bahwa pada periode Nataru 2025/2026 ini, kunjungan wisatawan di DIY masih didominasi oleh Wisatawan Nusantara (Wisnus), terutama dari daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Lampung.Sementara itu, berdasarkan preferensi akomodasi, hotel bintang masih menjadi jenis hotel yang lebih diminati oleh wisatawan, dibandingkan hotel non bintang. Secara proporsi pilihan, Deddy menyebut sekitar 60% wisatawan memilih hotel bintang dan 40% lainnya memilih hotel non bintang, meski data okupansi detail masih dalam proses rekapitulasi.Untuk mendorong peningkatan okupansi hotel, Deddy menjelaskan bahwa hotel-hotel di DIY telah menyiapkan berbagai strategi promosi jelang Nataru, seperti menghadirkan paket bundling dengan destinasi wisata, seperti yang telah dilakukan pada periode libur Nataru tahun sebelumnya. (Fadya Jasmin Malihah) Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel