Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI: Nataru Bukan Sepi, Wisatawan Reservasi ke Bali Mulai 20 Desember

MANGUPURA, NusaBali.com – Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya menyatakan kunjungan wisatawan sekarang ini memang lengang, namun bukan berarti libur Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini bakal sepi. Pernyataan pria yang akrab disapa Gung Rai ini merespons isu di media sosial yang menyebutkan akhir tahun di Bali kali ini terasa sepi kunjungan wisatawan. Masalah sampah, banjir, hingga kemacetan yang tidak tertangani dengan baik dinilai jadi biang keladi. “Nah, ini biasa kunjungan sekarang ini sepi—reservasi, bookingannya itu mulai tanggal 20 Desember,” jelas Gung Rai ketika ditemui di sela Badung Local Supply Expo di Puspem Badung, Kamis (18/12/2025). Gung Rai optimis trafik kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata setelah 20 Desember ini akan membaik. Sebab, 20–27 Desember 2025 merupakan periode libur Natal dan 27 Desember 2025–5 Januari adalah masa libur tahun baru 2026. Meski begitu, tokoh pariwisata asal Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung ini tidak menafikan bahwa memang terjadi penurunan kunjungan wisatawan November–Desember. Namun, secara statistik kunjungan wisatawan asing tahun ini hampir memenuhi target pemerintah. Kata Gung Rai, pemerintah menargetkan 6,5 juta kunjungan wisatawan asing selama 2025. Hingga November, telah tercapai hampir 6,4 kunjungan. Ia optimis hingga akhir tahun ini target tersebut dapat terlampaui di angka 6,8 juta kunjungan wisatawan mancanegara. “Saya yakin, optimis, untuk Nataru ini mudah-mudahan bisa tercapai rata-rata (okupansi) nanti 80 persen dan di tahun baru bisa 98 persen,” beber Gung Rai, sembari mengungkapkan bahwa okupansi hotel terkini di Badung rata-rata 70 persen. Meski optimis terkait trafik wisatawan menuju penghujung tahun, Gung Rai juga tidak menutupi bahwa memang benar isu lingkungan jadi faktor minus. Sampah, banjir, dan kerusakan lingkungan lain tersebut kemudian diperalat pihak-pihak luar untuk menjatuhkan Bali di dunia internasional. PHRI berharap pemerintah responsif menangani isu lingkungan yang menjadi liabilitas pariwisata Bali ini. Selain itu, pemerintah dan stakeholder terkait diminta menyiapkan diri dengan kemungkinan terburuk, menyusul kondisi cuaca ekstrem memasuki Nataru ini. *rat