Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Tsunami Sampah Ancam Pariwisata, PHRI Badung Dukung Bupati Lobi Penundaan Penutupan TPA Suwung

MANGUPURA, NusaBali.com – Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mendukung upaya Bupati Badung melobi Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperpanjang tenggat penutupan TPA Suwung. Dukungan terhadap upaya Bupati I Wayan Adi Arnawa ini disampaikan pria yang akrab disapa Gung Rai tersebut di sela menghadiri Badung Local Supply Expo yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (18/12/2025). “Saya mendukung Bapak Bupati menyurati Kementerian Lingkungan Hidup, jangan sampai ditutup tanggal 23 ini,” ungkap Gung Rai. Tokoh pariwisata asal Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung ini menilai isu lingkungan di Bali telah menjadi konsumsi wisatawan internasional. Isu sampah, banjir, dan kerusakan hutan menjadi titik nadir citra pariwisata Pulau Dewata. Lebih parahnya, kata Gung Rai, isu-isu miring tersebut dimanfaatkan kompetitor sebagai amunisi menyerang pariwisata Bali melalui media sosial. Ia berharap, penutupan TPA Suwung tidak menjadi bumerang dan memperburuk citra Pulau Dewata di mata wisatawan. “Penutupan TPA Suwung 23 Desember ini menurut saya belum tepat, kasih ruang waktu lagi. Jangan sampai yang dikhawatirkan terjadi—tsunami sampah nanti di akhir bulan,” tegas Gung Rai. Gung Rai menegaskan, PHRI terus mendorong pemerintah melakukan langkah-langkah konkret guna merespons isu-isu negatif. Ia juga mengingatkan agar seluruh stakeholder mempersiapkan diri menyambut musim liburan akhir tahun yang dibarengi peningkatan curah hujan. Para pemilik hotel dan restoran di Bali, khususnya Badung, berharap pemerintah tidak latah menghadapi bencana banjir yang sudah dapat diprediksi. Kegagalan mengantisipasi banjir, kata Gung Rai, berdampak bahaya bagi keberlangsungan pariwisata. “Ini berbahaya, musim hujan dengan intensitas tinggi—di samping sampah—menyebabkan banjir. Kalau ini terjadi, ini membahayakan kita sebagai destinasi terbaik dan terfavorit,” tandasnya. *rat