UPDATEBALI.com, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar temu usaha (table top) yang mempertemukan pelaku usaha tani dengan pengusaha serta pelaku pariwisata, dirangkaikan dengan Badung Local Supply Expo Tahun 2025, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menghubungkan dan membangun jejaring bisnis antara produsen pertanian lokal dengan pasar pariwisata. Acara tersebut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Cok Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, serta pelaku pariwisata dan pelaku usaha tani. Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi pelaksanaan temu usaha dan expo yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan bersama Tim Ekonomi Kreatif Badung. Menurutnya, kegiatan ini penting dan strategis karena mempertemukan langsung pelaku usaha tani sebagai produsen dengan pengusaha sebagai pembeli (buyer) produk pertanian. Ia berharap produksi petani lokal dapat terserap optimal oleh sektor pariwisata sehingga tercipta kemitraan berkelanjutan. Selain mendorong serapan produk lokal, Pemkab Badung juga menargetkan pengendalian alih fungsi lahan melalui pemberian insentif bagi petani. Pemerintah daerah bahkan menyiapkan program beasiswa pendidikan strata satu (S1) bagi anak-anak petani mulai tahun 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan regenerasi petani di Kabupaten Badung. Lebih lanjut, Adi Arnawa menjelaskan bahwa temu usaha ini sejalan dengan visi pembangunan pariwisata Badung yang berkualitas berbasis nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dituangkan dalam tujuh misi Sapta Kriya Adi Cipta. Tiga misi di antaranya berkaitan langsung dengan pertanian dan pariwisata, yakni integrasi pembangunan pertanian dan pariwisata, peningkatan kualitas infrastruktur publik di kawasan pariwisata dan permukiman, serta penguatan pariwisata Badung yang berkualitas. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana menjelaskan, kegiatan ini menjadi media pertemuan sekaligus promosi bagi produk-produk pertanian lokal. Temu usaha dan expo bertujuan mempertemukan pelaku usaha tani, distributor, UMKM, serta pelaku ekonomi kreatif dengan asosiasi pengusaha pasar swalayan, pengusaha, dan pelaku pariwisata di Badung. Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung juga membuka peluang dan akses pasar yang lebih luas bagi petani, khususnya ke sektor pariwisata. Selain itu, petani diberikan edukasi mengenai kebutuhan pasar, standarisasi produk, sertifikasi, serta persyaratan lain yang diperlukan. Di sisi lain, pelaku pariwisata memperoleh kesempatan mengenal lebih dekat komoditas lokal, profil produsen, dan membuka ruang dialog untuk menjajaki kerja sama yang saling menguntungkan.(den/ub)