Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Bali Tetap Optimistis Kunjungan Wisatawan Tercapai Hingga Akhir Tahun 2025.

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA -  Momen pergantian tahun di Bali, biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan. Hanya saja hingga pertengahan Desember 2025 belum ada tanda kenaikan kunjungan wisatawan. Bahkan tingkat okupansi hotel pun mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mengingat semua ini berpengaruh pada cuaca. Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengakui kondisi pariwisata akhir tahun ini belum sesuai harapan. Biasanya, periode Desember mampu mendorong peningkatan okupansi hingga 80–90 persen.  "Seharusnya ada kenaikan sekitar 20 persen seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi sekarang terkendala cuaca dan situasi global. Kondisinya memang tidak sebagus tahun lalu," ujar pria yang akrab disapa Cok Ace usai menghadiri kegiatan Badung Local Supply Ekspo, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis 18 Desember 2025. Baca juga: Doakan Korban Bencana dan Mohon Kerahayuan Jagat, Ratusan Pelajar di Klungkung Ikuti Doa Lintas Iman Baca juga: Peduli Sosial & Maknai Usia 130 Tahun, BRI Region 17 Denpasar Gelar Donor Darah & Layanan Kesehatan Ia menambahkan, sebelum 2015 okupansi hotel Bali berada di kisaran di bawah 40 persen. Dalam beberapa tahun terakhir sempat meningkat signifikan, namun kini kembali menghadapi tantangan. Meski demikian, pelaku pariwisata berharap tetap mampu bertahan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih. "Tapi kita tetap optimistis terkait okupansi hotel. Mudah-mudahan setelah libur sekolah mulai meningkat," ucapnya. Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menilai secara keseluruhan capaian kunjungan wisatawan masih berada pada jalur positif. Ia optimistis target kunjungan wisatawan sesuai yang ditetapkan pemerintah provinsi yakni sebesar 6,5 juta orang. "Data sampai November sudah hampir 6,4 juta wisatawan mancanegara. Dengan tambahan Desember, saya sangat yakin bisa mencapai sekitar 6,8 juta hingga akhir 2025," jelasnya. Ia juga menyebut penurunan okupansi pada November hingga awal Desember, merupakan pola musiman. Lonjakan pemesanan kamar mulai terlihat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. "Booking mulai ramai tanggal 20 hingga 27 Desember untuk periode Natal, lalu dilanjutkan 27 Desember sampai 5 Januari untuk Tahun Baru. Jadi season-nya memang baru bergerak di akhir Desember," ungkapnya.  Kendati demikian pihaknya mengaku akan tetap akan memantau kunjungan wisatawan. Mengingat seperti tahun sebelumnya jumlah kunjungan selalu mengalami peningkatan. (*)