Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Riau Janji Maksimalkan Pelayanan Hotel dan Restoran Selama Libur Nataru

Ketua PHRI Riau, Nofrizal. foto: afrila yobi/goriauPEKANBARU – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau memastikan pelaku usaha perhotelan dan restoran, khususnya di Kota Pekanbaru, akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ketua PHRI Riau Nofrizal mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin berlibur maupun merayakan malam pergantian tahun. Setiap kegiatan atau acara yang digelar oleh hotel dan restoran, kata dia, akan diinformasikan sejak awal untuk mengantisipasi potensi risiko. “Kita akan maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin berlibur dan menikmati malam tahun baru. Jika ada event atau kegiatan, tentu akan diberitahukan secepat mungkin,” kata Nofrizal saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (20/12/2025) siang. Ia menegaskan kegiatan hiburan harus diselenggarakan secara terencana dan terkoordinasi. Menurutnya, kegiatan yang digelar secara mendadak tanpa persiapan berpotensi menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat. “Jangan sampai tiba-tiba membuat kegiatan. Risikonya harus kita lihat bersama, karena bisa saja muncul hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Nofrizal juga mengingatkan pengelola usaha untuk mewaspadai potensi gangguan ketertiban saat malam tahun baru, terutama terkait pesta yang berpotensi menimbulkan kecurigaan publik. Ia menyebut isu-isu sensitif seperti dugaan prostitusi kerap muncul jika pengawasan lemah. “Pesta-pesta itu dampaknya besar. Bisa menimbulkan kecurigaan di masyarakat, dan itu yang ingin kita antisipasi,” katanya. Selain itu, ia meminta pengelola dan pengunjung tetap mematuhi norma serta aturan yang berlaku. Praktik menginap yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, menurut dia, perlu dihindari. “Hal-hal yang mencurigakan tidak kita sarankan karena bisa menimbulkan masalah,” ujar Nofrizal. Ia juga mengimbau masyarakat agar merayakan libur akhir tahun secara bijak dan tidak berlebihan, mengingat sejumlah daerah di sekitar Riau tengah dilanda musibah. “Gunakan liburan untuk hal-hal yang baik. Kalau bersenang-senang, silakan, tapi tetap empati,” ucapnya. Terkait pilihan destinasi wisata, Nofrizal menilai keputusan sepenuhnya berada di tangan masyarakat. Namun, ia menyebut Kota Pekanbaru memiliki sejumlah pilihan destinasi dan fasilitas hiburan yang memadai untuk menghabiskan libur akhir tahun. “Pekanbaru sudah punya destinasi yang cukup baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlibur di dalam kota,” katanya. ***