MANGUPURA, NusaBali.com – Produk pertanian di Bali sejatinya memiliki potensi pasar yang sangat besar dengan kehadiran industri pariwisata. Namun, petani masih tetap gigit jari lantaran produksi mereka belum banyak dilirik. Walhasil, pariwisata yang seharusnya dapat mengayomi petani lokal—begitu pula pertanian lokal yang seharusnya bisa menopang pariwisata—tidak seindah di atas kertas. Produk-produk pertanian luar Bali masih membanjiri dapur hotel, restoran, serta dapur masyarakat kelas menengah. “Sebetulnya sangat gampang. Produk lokal ini harus menjadi prioritas,” ungkap Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya ketika ditemui di sela Badung Local Supply Expo di Puspem Badung, baru-baru ini. Pria yang akrab disapa Gung Rai ini tidak menafikan bahwa serapan produk pertanian lokal ke industri pariwisata belum maksimal—meski tidak menyebut angka. Menurutnya, faktor konsistensi menjadi penyebab keraguan industri untuk memprioritaskan produk pertanian lokal. “Harus dijaga kualitasnya, harga bersaing, dan kontinuitasnya—jangan sampai seminggu ini (pasokan) ada, besok tidak ada. Biar tidak seperti itu,” tutur Gung Rai. Selain pasokan yang konsisten, pelaku industri pariwisata juga meminta jaminan konsistensi kualitas. Sebab, dapur hotel, restoran, kafe dan lainnya wajib menjaga rasa sehingga tidak menimbulkan komplain dari konsumen. Meski begitu, persoalan konsistensi pasokan lebih menjadi pertimbangan industri dalam memilih pemasok. Rasa dapat dikalibrasi, namun sangat mengkhawatirkan bagi industri pariwisata ketika bahan baku tidak siap di dapur. “Perlu pengelolaan secara sistemik yang dilibatkan dalam hal ini entah perumda nanti, entah koperasi, atau apa saja—yang bisa memediasi daripada hasil-hasil petani kita,” tegas Gung Rai. Tokoh pariwisata asal Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung ini mendukung pemerintah agar menyiapkan sistem yang dapat menjembatani produk pertanian lokal dan industri. Menurutnya, tidak elok pariwisata yang begitu maju berbanding terbalik dengan kesejahteraan petaninya. *rat