Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Jelang Nataru, Hunian Hotel Masih Anjlok

AMLAPURA, NusaBali - Jelang perayaan Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2026, hunian hotel di Karangasem, sejak 1 Desember anjlok. Hunian kali ini turun sekitar 35 - 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Karangasem I Wayan Kariasa menyebutkan, banyak faktor penyebab anjloknya kunjungan. "Hunian turun drastis, bukan hanya di Karangasem kunjungan di Bali juga sepi," jelas I Wayan Kariasa kepada pers di ruang kerjanya, Hotel Ariras Candidasa, Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Senin (22/12).Faktor penyebab itu, katanya, karena terjadi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, sampah meluber di banyak tempat kurang dapat penanganan, lingkungan kurang bersih, adanya wisatawan yang meninggal dihanyutkan banjir, dan membandelnya sopir-sopir truk angkut material galian C masih yang parkir di sepanjang jalan di Objek Wisata Candidasa. "Di samping itu masih berlangsung proyek penataan pantai di Pantai Candidasa, membuat bising 24 jam, sehingga wisatawan enggan menginap berlama-lama," katanya.Dijelaskan, bahkan banyak wisatawan yang menanyakan, adanya alat berat beroperasi di Pantai Candidasa, dalam kaitan apa, dananya dari mana, untuk apa, dan sampai kapan. "Banyak yang menanyakan adanya alat berat beroperasi di depan hotel dan restoran, ya saya jelaskan. Makanya wisatawan yang hendak menginap seminggu, menjadi dua hari," tambahnya.Kariasa mengatakan sebagai perbandingan, Desember 2024, hunian hotel rata-rata 60-70 persen selama Desember 2024, kali ini turun rata-rata hunian kali ini mencapai 30 persen. "Prediksi di puncak malam Tahun Baru 2026, hunian sampai 70 persen, itu pun wisatawan domestik, terjadi hanya satu malam," lanjut Kariasa.Dalam industri pariwisata, katanya, sangat sensitif dipengaruhi isu lingkungan dan kesehatan. Pariwisata akan terganggu jika cuaca memburuk, hujan lebat, angin  kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan Gunung Agung erupsi. Sedangkan pengaruh dari kondisi kesehatan, jika terjadi rabies, muntaber, demam berdarah dan lain-lain, maka wisatawan enggan datang.Pantauan  NusaBali di Objek Wisata Candidasa dan sekitarnya, tidak terlihat ada wisatawan yang jalan-jalan lalu-lalang di trotoar. Begitu juga di Objek Wisata Padangbai, dan sekitarnya. Secara terpisah, Penasihat PHRI Karangasem I Wayan Tama mengakui, hunian Hotel di Karangasem anjlok. Kunjungan selama Desember 2025 relatif sepi, jauh menurun di bandingkan Desember 2024. "Memang banyak faktor penyebabnya, sangat sistemik," katanya.Diakui, industri pariwisata identik dengan tagline Sapta Pesona. Jika salah satu dari unsur itu terganggu, wisatawan batal melakukan kunjungan. Sapta Pesona  menyangkut unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.7k16