Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

DIY Borong Empat Penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025

 Warta Senin, 22 Desember 2025 - 19:44 WIB YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di panggung nasional dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 yang digelar Kementerian Pariwisata RI. Penghargaan tersebut disampaikan Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan.Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, Sri Sultan memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menekankan pentingnya menjaga komitmen agar penghargaan tidak sekadar menjadi simbol, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pariwisata daerah. Menurut Deddy, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa DIY mampu bersaing di tingkat nasional dengan kontribusi yang berkelanjutan. Prestasi yang diraih meliputi penghargaan untuk dua hotel berkelas internasional, yakni Novotel Suites Yogyakarta Malioboro yang dinobatkan sebagai Gold Winner Sustainable Hotel Bintang 4, serta The 101 Yogyakarta Tugu yang meraih Silver Winner Sustainable Hotel Bintang 4. Selain itu, kelompok sadar wisata Cokrodiningratan Kota Yogyakarta berhasil meraih posisi ketiga sebagai Pokdarwis Terbaik Nasional, sementara Desa Wisata Tepus di Kabupaten Gunungkidul mendapat Juara Harapan 3 untuk kategori Desa Wisata Berbasis Alam.Deddy menuturkan bahwa ajang WIA 2025 merupakan kali pertama digelar sebagai bentuk apresiasi bagi insan pariwisata yang berkontribusi dalam memajukan sektor ini. Novotel Suites dan The 101 Yogyakarta Tugu berhasil mengungguli sekitar 400 hotel peserta dari seluruh Indonesia, sementara Pokdarwis dan desa wisata DIY bersaing dengan lebih dari 8.000 kelompok dan desa wisata. “Semoga ini menjadi promosi sekaligus branding bagi Yogyakarta. Kenyataannya, Jogja kini menjadi pilihan wisatawan, bahkan mengalahkan Bali,” ujarnya. Meski demikian, Deddy juga melaporkan adanya penurunan okupansi hotel di DIY pada periode Natal dan Tahun Baru 2025. Angka hunian turun sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi, larangan studi tour, serta melemahnya daya beli masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Sri Sultan menekankan pentingnya semangat guyub sesarengan antar asosiasi, lintas sektor, dan pemerintah daerah sebagai kunci untuk bertahan dan berkembang. Halaman Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, turut memberikan apresiasi kepada PHRI DIY dan para penerima penghargaan. Ia menilai komitmen PHRI sangat besar meski anggaran pemerintah terbatas. Menurutnya, semangat kolaborasi harus terus dijaga agar tidak hanya hotel, tetapi seluruh industri pariwisata dan destinasi wisata di DIY dapat maju bersama.