Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI DIY Sebut Banyak Wisatawan Domestik Batalkan Liburan ke Bali, Pilih Kunjungi Yogyakarta

Ringkasan Berita: Wisatawan domestik mengalihkan liburan dari Bali ke DIY, menyebabkan lonjakan kunjungan ke Yogyakarta jelang libur Nataru, terutama berdampak pada potensi kemacetan di kawasan Malioboro. PHRI DIY mencatat okupansi hotel naik hingga 61 persen dan optimistis bisa melampaui target 80 persen.  Penurunan wisatawan di Bali terjadi akibat turunnya kunjungan mancanegara dan kekhawatiran banjir, dengan okupansi vila diperkirakan hanya 55–60 persen. TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyak wisatawan domestik yang mengalihkan rencana liburan akhir tahunnya dari Bali ke DIY. Hal itupun berdampak terhadap melonjaknya kunjungan wisatawan domestik ke wilayah DIY dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, meningkatnya jumlah wisatawan ke DIY ini bisa memicu terjadinya kepadatan arus lalu lintas di wilayah DIY, terutama di jalur menuju ke Malioboro. Dikutip dari Kompas.com, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono menyebut banyak wisatawan yang membatalkan rencana liburannya ke Bali dan memilik Yogyakarta sebagai penggantinya. “Banyak mereka rencana ke Bali mengurungkan lalu ke Jogja. Ini menguntungkan kita tapi harus mewaspadai kemacetan dan lain-lain,” kata dia Senin (22/12/2025). Menurut Deddy ramainya wisatawan ini sebagai tantangan bagi Pemerintah DIY maupun pelaku usaha di bidang pariwisata. Ia berharap pelaku wisata tidak aji mumpung saat wisatawan ramai berdatangan ke Yogyakarta. “Jangan aji mumpung, seperti yang disampaikan pak gubernur ke anggota kami. Jangan manfaatkan momentum natatu untuk aji mumpung ini tempat kita promosi,” katanya. Baca juga: Menengok Pohon Natal dari Tali Rafia Setinggi 10 Meter di Gereja Tertua di Kota Magelang Deddy menyebut, reservasi hotel mulai tanggal 20 Desember hingga 2 Januari berkisar 30 sampai 40 persen, namun untuk saat ini angka okupansi atau keterisian hotel sudah di angka 61 persen.  “Di tanggal 21 Desember itu 60 persen, ini banyak yang offline datang langsung ke hotel (memesan),” kata dia. Melihat kondisi wisatawan yang datang ke DIY saat ini pihaknya optimistis dapat melampaui target yang sudah ditentukan yakni di angka 80 persen okupansi hotel di seluruh DIY.  “Target hanya 80 persen, tapi kelihatannya dari target ini bisa naik,” ujar Deddy. Selama libur Nataru ini PHRI DIY menerapkan batas atas dan bawah untuk tarif kamar hotel. “Kita ada batas atas dan bawah, batas atas 40 persen dari dari rate (harga hotel),” kata dia.