Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Bali Tergeser! Wisatawan Domestik Lebih Pilih Yogyakarta Saat Nataru

RADARBANGSA.COM - Bali mulai kehilangan dominasi sebagai destinasi utama liburan akhir tahun. Pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, minat wisatawan domestik, khususnya segmen keluarga, tercatat bergeser ke Yogyakarta.Data Agoda menunjukkan Yogyakarta kini menjadi destinasi domestik paling banyak dicari, menggantikan Bali yang tahun lalu berada di posisi puncak. Berdasarkan pencarian akomodasi periode 1 September–27 November 2025 untuk masa menginap 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, minat ke Yogyakarta melonjak 29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).Sementara itu, Bali berada di peringkat kedua. Meski masih kuat sebagai destinasi wisata pantai, Bali dinilai mulai kalah bersaing dari daerah yang menawarkan biaya perjalanan lebih efisien bagi wisatawan keluarga. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) belum memastikan adanya peralihan wisatawan nusantara dari Bali ke Yogyakarta. Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menyebut pihaknya belum memiliki data pendukung.“Saya tidak mengomentari hal itu karena surveinya tidak ada. Apakah benar terjadi peralihan ke Yogyakarta atau tidak, serta apa alasannya, kami belum memiliki data,” ujar Maulana di Jakarta, Selasa (23/12/2025).Maulana menegaskan wisatawan nusantara tetap menjadi penggerak utama saat libur akhir tahun.“Setiap daerah pasti mengejar momentum wisnus. Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang selalu menjadi target utama di Pulau Jawa,” ujarnya.Di tengah menurunnya minat wisnus berdasarkan data pencarian, Dinas Pariwisata Bali justru mencatat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara menjelang Nataru. Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya menyebut peningkatan mulai terlihat sejak pertengahan Desember.“Sebetulnya sejak tanggal 14 Desember sudah ada peningkatan, untuk wisatawan asing sudah berada di atas 20 ribu per hari, demikian juga wisatawan nusantara sudah ada kenaikan sejak tanggal 19 Desember ini,” kata Sumarajaya.“Kami berharap bahwa jelang Nataru ada peningkatan kedatangan wisatawan asing maupun nusantara, mudah-mudahan ini bisa berlanjut sampai tahun baru,” sambungnya.Ia menilai narasi Bali sepi wisatawan muncul karena perbedaan musim kunjungan.“Kalau ritme kehadiran wisatawan per tahun memang di Balu ada yang high dan low season, kita high season ada di Juni, Juli, Agustus, September, setelah itu memang ada penurunan secara alami tapi tidak begitu tajam dan itu biasa dari tahun ke tahun, nanti menjelang Nataru naik kembali,” ujarnya.Secara kumulatif, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai 6,7 juta orang, meningkat dibanding 2024 yang tercatat 6,3 juta kunjungan. Reporter : Arif Setiawan Redaktur : Rahmad Novandri