Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingkat hunian hotel di Provinsi Jawa Barat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 tercatat belum menggembirakan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat mencatat, rata-rata okupansi hotel di berbagai daerah hanya mencapai sekitar 60 persen, turun cukup signifikan dibandingkan periode libur Natal tahun sebelumnya yang mampu menyentuh angka 90 persen. Ketua PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, mengatakan penurunan okupansi hotel pada momentum libur Natal kali ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Baca juga: Grand Opening Hotel Bintang 5 di Bandung Barat LEminence Golf & Resort Lembang Kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, isu cuaca ekstrem dan bencana alam di beberapa wilayah, hingga terpotongnya waktu libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 disebut menjadi penyebab utama. “Memang kondisi ekonomi masyarakat menengah ke bawah sekarang sedang tidak baik. Ditambah lagi faktor cuaca dan bencana alam di Aceh dan Sumatera, itu ikut memengaruhi hingga terjadi penurunan jumlah tamu,” kata Dodi saat dihubungi, Selasa (30/12/2025). Ia menambahkan, selama ini wisatawan asal Sumatera menjadi salah satu penyumbang tamu hotel di Bandung dan sekitarnya. Namun, pada libur Natal tahun ini, tren perjalanan wisata menunjukkan pergeseran tujuan. “Biasanya yang dari Sumatera banyak juga yang ke Bandung. Tapi sekarang tujuan wisata yang paling banyak dipilih di Indonesia itu justru Yogyakarta,” ujarnya. Di wilayah Bandung Raya, tingkat hunian hotel pada masa libur Natal, khususnya pada 24–27 Desember 2025, tercatat sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata Jawa Barat. Dodi menyebutkan okupansi hotel di kawasan ini berada di kisaran 70 hingga 75 persen. Dodi merinci, hotel berbintang tiga, empat, dan lima di Bandung Raya mencatat okupansi sekitar 80 persen. Baca juga: Update Lalu Lintas Lembang: Jalan Panorama dan Grand Hotel Padat, Wilayah Cikole Ramai Lancar Sementara hotel berbintang satu, dua, dan hotel melati berada di kisaran 60 hingga 70 persen. “Kalau dirata-ratakan, okupansi di Bandung Raya itu sekitar 70 sampai 75 persen,” katanya. Sementara itu, kondisi di kota dan kabupaten lain di Jawa Barat relatif serupa.