BALIKPAPAN – Malam pergantian tahun di Kota Balikpapan dipastikan tanpa pesta kembang api. Sebagai gantinya, kepolisian mengajak masyarakat mengisi momen tersebut dengan doa bersama dan penggalangan dana bagi korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto mengatakan, imbauan tersebut telah disampaikan kepada para penyelenggara kegiatan tahun baru di beberapa titik keramaian. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.“Konsep perayaan kami arahkan untuk diganti dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti doa bersama dan penggalangan dana untuk membantu korban bencana,” ujar Anton, Rabu (31/12/2025).Ia menjelaskan, terdapat empat lokasi yang sebelumnya merencanakan pesta kembang api, yakni Mal Balikpapan Super Block (BSB), Bossmal, Hotel Platinum, dan Watu Beach. Seluruh titik tersebut kini sepakat mengubah konsep acara dengan kegiatan sosial dan keagamaan.Selain itu, Kapolresta juga mengimbau warga Balikpapan untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana melalui doa, baik bersama keluarga, kelompok masyarakat, maupun di lingkungan RT dan RW.Pengalihan konsep perayaan ini, kata Anton, merupakan wujud solidaritas terhadap korban bencana alam yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ia menilai, momen pergantian tahun sebaiknya dimaknai dengan kepedulian sosial.Di sisi lain, kepolisian turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan petasan yang berpotensi membahayakan keselamatan. “Saat ini kita sedang berduka. Saudara-saudara kita di wilayah Sumatera tengah menghadapi musibah,” tutup Anton.PHRI Balikpapan Sepakat Tak Gunakan Kembang ApiTerpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Sugianto, mengatakan pihaknya telah meminta seluruh hotel di Balikpapan untuk tidak melangsungkan pesta kembang api pada momen pergantian tahun kali ini.“Saya sudah menyampaikan kepada rekan-rekan pengusaha perhotelan agar tidak menyelenggarakan pesta kembang api. Kami sepakat mengikuti instruksi dan imbauan pemerintah,” kata Sugianto.Pembatalan pesta kembang api tersebut, lanjut dia, merupakan wujud solidaritas dan empati terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana alam. “Kami turut berempati,” ujarnya.Sugianto yang juga menjabat sebagai General Manager Area Operasional Platinum Hotel menegaskan, perayaan malam tahun baru di Hotel Platinum Balikpapan dipastikan berlangsung tanpa pesta kembang api. Padahal, pihak hotel sebelumnya telah mengurus perizinan dan menyiapkan kembang api sebagai hiburan utama.“Pembatalan ini tidak hanya berlaku di Platinum Balikpapan, tetapi juga di seluruh jaringan Hotel Platinum, termasuk di Surabaya, yang sama-sama sepakat membatalkan pesta kembang api. Padahal, untuk Surabaya, izin dari Kapolda Jawa Timur sudah diperoleh,” jelasnya.Sebagai gantinya, pihak Hotel Platinum akan menghadirkan doorprize sebagai bentuk hiburan bagi tamu pada malam pergantian tahun. “Langkah ini kami lakukan untuk tetap menarik minat tamu menghabiskan malam tahun baru di hotel kami,” tutup Sugianto.