TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Nama jalan di Ubud diusulkan akan diubah menggunakan nama-nama seniman. Semula nama jalanan di Ubud menggunakan nama-nama bunga hingga nama tokoh wayang seperti Jalan Sandat, Jalan Jepun, Jalan Arjuna dan Jalan Hanuman. Hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, pada saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana di Puri Saren Ubud, Kamis 1 Januari 2026. “Nama-nama jalan kami di Ubud sementara sekarang masih nama-nama Kembang ada Jalan Sandat, Jalan Jepun, Jalan Arjuna, Jalan Hanuman," Baca juga: Doa dan Harapan Irfan Jaya Bersama Bali United di Tahun Baru, Lebih Kuat di 2026 "Kami mengusul nana-nama tersebut kami akan ganti dengan nama-nama Tokoh-tokoh seniman Nyoman Lempad, Rudolf Bonnet dan lain sebagainya. Sehingga memberikan nuansa Ubud sebagai desa Seniman akan lebih diingat,” kata, Cok Ace. Lebih lanjutnya, ia mengatakan Ubud juga sebagai pariwisata berbudaya masih memerlukan perhatian semua pihak. Mengenai pariwisata budaya Ubud masih pertahankan kegiatan upacara. Namun saat melangsungkan upacara seperti pengabenan acapkali terkendala dengan tower yang sangat tinggi juga pada kabel listrik serta trotoar yang tidak memungkinkan untuk berjalan. Baca juga: Wisatawan di DTW Alas Pala Sangeh Didominasi Domestik, Peningkatan Kunjungan Tidak Signifikan “Kami menggotong tempat jenazah dalam posisi lebar terganggu oleh trotoar (yang rusak)," "Mungkin ada dimodifikasi kemudian hari mudah-mudahan lah kedepan Ubud masih bisa kami jaga,” imbuhnya. Ia juga telah menyampaikan pada Kepala Dinas PU untuk pembenahan trotoar tersebut. “Kami selalu memohon agar kami bisa menjaga Ubud dan Bali pada umumnya tetap exist dan bisa kita wariskan untuk anak cucu kita sebagai destinasi pariwisata favorit dunia,” tutupnya. (*)