Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Awali Tahun 2026 Kunker ke Bali, Menpar Widiyanti Dapat Laporan Wisman Meningkat tapi Wisnus Menurun

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster dan Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (kanan) memberikan keterangan pers dalam kunjungan kerja (Kunker) di Pualau Dewata mengawali tahun 2026. (Kemenpar) FAKTUAL INDONESIA:   Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengawali tahun 2026 dengan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Bali untuk memastikan kesiapan layanan pariwisata bagi wisatawan yang berlibur ke Pulau Dewata pada puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Turut hadir Gubernur Bali I Wayan Koster dan jajaran, Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, serta perwakilan asosiasi pariwisata. Turut mendampingi Menpar, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto; Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini; Staf Khusus Menteri Apni Jaya Putra; Sesdep Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Utari Widyastuti; serta Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara III R. Wisnu Sindhutrisno. Menpar memulai kunjungan dengan meninjau Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (1/1/2026), didampingi General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, beserta jajaran. “Saya baru tiba di Bali dan langsung melihat aktivitas kedatangan serta keberangkatan wisatawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebagai bagian dari pemantauan periode libur Nataru di Bali,” kata Widiyanti. Seperti dikutip dari laman Kemenpar, berdasarkan laporan Angkasa Pura Bali dan Gubernur Bali I Wayan Koster, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara hingga akhir Desember 2025 diperkirakan telah menembus lebih dari 7,05 juta kunjungan. Angka ini meningkat 11 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai sekitar 6,3 juta kunjungan. “Ini merupakan rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali,” ujar Widiyanti. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (Wisnus) ke Bali pada 2025 tercatat mencapai 9,28 juta kunjungan, atau turun sekitar 700 ribu kunjungan dibanding 2024.  Namun, pada periode Nataru kali ini, pergerakan wisatawan nusantara semakin terdistribusi ke berbagai destinasi di Indonesia. Diharapkan target nasional 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara tetap tercapai. “Perlu saya tekankan bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia. Semua daerah tujuan wisata akan menikmati manfaat ekonomi sesuai preferensi wisatawan. Kebahagiaan, keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kesan adalah hal terpenting yang harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Widiyanti. Di bandara, Widiyanti meninjau alur pelayanan dan menyapa petugas di sejumlah titik mulai dari area check-in counter, imigrasi, area food and beverage, pusat suvenir, hingga layanan Visa on Arrival dan kantor Bea Cukai. Dia  juga berinteraksi langsung dengan wisatawan untuk mendengar kesan mereka mengenai pelayanan bandara serta pengalaman berlibur di Bali. Sejumlah wisatawan juga menerima cenderamata dari Menteri Pariwisata. Peninjauan dilanjutkan ke Posko Terpadu di Terminal Keberangkatan Domestik. Di lokasi ini Widiyanti menerima paparan data terkini mengenai jumlah wisatawan, pergerakan penerbangan, dan rute-rute yang dilayani. Usai dari bandara, Widiyanti meninjau Icon Bali Mall, pusat perbelanjaan di kawasan Sanur yang memiliki akses langsung ke pantai. Icon Bali Mall juga memiliki pasar terapung indoor terbesar di Asia Tenggara yang menghadirkan produk UMKM lokal berupa kuliner dan kerajinan. Selama libur Nataru, jumlah pengunjung mencapai sekitar 40 ribu orang per hari. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan program “Bina Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia” yang didukung berbagai kementerian/lembaga untuk mendorong daya beli masyarakat melalui beragam insentif di lebih dari 400 pusat perbelanjaan, termasuk Icon Bali Mall. “Selama dua pekan terakhir 2025, transaksi di Icon Bali Mall melampaui pencapaian penjualan rata-rata satu bulan pada hari biasa. Ini luar biasa dan menunjukkan kuatnya minat wisatawan berbelanja di Bali,” kata Widiyanti. Setelah itu Widiyanti kemudian mengunjungi Puri Agung Ubud, salah satu pusat sejarah dan budaya Bali yang memadukan arsitektur megah peninggalan kerajaan dengan pertunjukan seni tradisional. Pada kesempatan ini Widiyanti juga berdialog dengan pelaku usaha pariwisata terkait penyelenggaraan event, pembangunan infrastruktur, dan perizinan akomodasi. “Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan dan rekan-rekan media atas dedikasi dalam merawat dan mengembangkan pariwisata Indonesia, khususnya Bali. Mari sambut tahun 2026 dengan semangat baru untuk berkarya dan menghadirkan kebaikan bagi negeri. Kita sebarkan #KabarBaikPariwisataUntukIndonesia,” ujarnya. ***