PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang mencatat tren positif keterisian kamar hotel selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Meski cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir, tingkat okupansi hotel di sejumlah kawasan wisata mampu menembus angka 80 hingga 100 persen.Ketua PHRI Pandeglang, Widiasmanto, mengatakan lonjakan kunjungan wisatawan terjadi di kawasan Tanjung Lesung, Carita, hingga pusat kota Pandeglang. Wisatawan didominasi berasal dari Jabodetabek, Bandung, serta wisatawan lokal Banten. Rata-rata lama menginap berada di kisaran tiga hari dua malam, terutama pada puncak libur 25–27 Desember dan 31 Desember–1 Januari.“Variasinya cukup dinamis. Ada hotel yang okupansinya di atas 90 bahkan mendekati 100 persen, tapi ada juga yang masih di kisaran 70 sampai 80 persen. Tidak semuanya penuh, tapi juga tidak sepi,” kata Widiasmanto, Jumat 2 Januari 2026.Menurutnya, hotel dengan fasilitas lengkap dan lokasi strategis menjadi pilihan utama wisatawan. Di kawasan Tanjung Lesung, beberapa akomodasi seperti Tanjung Lesung Beach Resort dan Kalicaa Villa mencatat tingkat hunian tertinggi. Sementara di Carita, hotel yang berada tepat di pinggir pantai lebih diminati dibanding akomodasi yang lokasinya lebih jauh dari garis pantai.“Pilihan wisatawan biasanya ditentukan oleh lokasi, paket yang ditawarkan, dan harga. Akomodasi yang berada di dalam kawasan wisata cenderung lebih cepat terisi,” ujarnya.Widiasmanto menilai, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata. Karena itu, PHRI mendorong pengelola hotel untuk tidak hanya mengandalkan aktivitas luar ruangan, tetapi juga menyediakan pilihan kegiatan indoor atau darat agar wisatawan tetap nyaman.“Kalau cuaca tidak mendukung, harus ada aktivitas alternatif supaya wisatawan tetap punya pilihan dan tidak kecewa,” jelasnya.Selain itu, PHRI juga mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif mengintegrasikan sektor UMKM dengan destinasi wisata. Menurutnya, kehadiran sentra produk UMKM di titik-titik strategis kawasan wisata akan menambah daya tarik sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar.“Kalau okupansi tinggi, dampaknya pasti ke sektor lain. Mulai dari restoran, UMKM, sampai suplai bahan baku seperti sayur, buah, dan ikan ke hotel-hotel juga ikut meningkat,” pungkasnya.Reporter: Moch Madani PrasetiaEditor: Agung S PambudiPlugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.