SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Okupansi hotel selama momen libur Tahun Baru 2026 masih rendah. Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, okupansinya di bawah 50 persen.Masih rendahnya okupansi hotel saat libur tahun baru dikarenakan banyaknya ramalan cuaca yang kurang baik khususnya di wilayah Anyar-Cinangka.Ketua PHRI Kabupaten Serang, Yurlena Rahman, mengatakan bahwa saat sebelum libur Nataru 2026, okupansi hotel saat menjelang libur tahun baru sangat sepi. Pihaknya bahkan sempat khawatir jika saat malam tahun baru tidak ada yang menginap.Namun, pada saat hari H libur Tahun Baru 2026, banyak wisatawan yang booking on the spot, sehingga okupansinya meningkat meskipun tidak maksimal.“Di bawah 50 persen, lebih ramai pada Jumat dan Sabtu. Kalau dibanding kemarin, hari ini tuh lebih banyak tamu yang datang dadakan,” katanya, Jumat, 2 Januari 2025.Ia mengatakan, sepinya kunjungan wisata pada saat libur tahun baru dikarenakan banyaknya informasi mengenai ramalan cuaca yang buruk.Ia mengungkapkan, pada saat momen tahun baru, ada berbagai even yang dilaksanakan di setiap hotel.Hanya saja untuk pertunjukan kembang api tidak dilaksanakan karena adanya himbauan dari Pemkab Serang agar tidak menyalakan kembang api.“Kalau hotel besar pasti ada even, dan setiap tahunnya pasti berbeda-beda evennya. Ini jadi salah satu dayatarik bagi wisatawan,” tegasnya.Lebih lanjut, Yurlena optimistis, pada hari Sabtu dan Minggu pada pekan ini, okupansi hotel akan lebih baik apabila dibandingkan dengan saat libur tahun baru. Mengingat merupakan periode terakhir libur anak sekolah.“Terus harga juga mungkin kan lebih tinggi ya, jadi orang mungkin lebih memilih liburnya di weekend ini,” pungkasnya.Editor: Agus PriwandonoPlugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.