Suasana hotel di Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES) JATIMTIMES - Libur Tahun Baru 2026 hingga akhir pekan ini membawa suasana yang cukup menggembirakan bagi industri perhotelan di Kota Malang. Arus kunjungan wisatawan yang masuk ke kota pendidikan ini cenderung stabil, mampu menjaga tingkat hunian hotel sesuai dengan target yang telah ditetapkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang. Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basuki mengatakan bahwa selama periode libur Tahun Baru, tingkat okupansi hotel berada pada kisaran 70 hingga 80 persen. Angka tersebut dinilai ideal dan mencerminkan kondisi liburan yang terkendali. Baca Juga : Segel Kantor Golkar Kota Malang Dibuka OTK, Konsolidasi Internal Dinilai Gagal “Alhamdulillah, libur Tahun Baru sampai akhir pekan berjalan aman. Okupansi hotel di Kota Malang rata-rata di angka 70 sampai 80 persen,” ucap Agoes, Jumat (2/1/2026). Perasaan lega terpancar, lantaran pihaknya dari awal targetnya tak muluk-muluk, yakni 80 persen. “Target kami memang di 80 persen dan itu sudah tercapai,” tegasnya kepada JatimTIMES. Jika dibandingkan dengan libur Tahun Baru pada 2025, capaian okupansi tahun ini relatif sama. Tidak ada penurunan signifikan, namun juga tidak terjadi lonjakan tajam. Kondisi ini, lanjutnya, justru menunjukkan kestabilan sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Malang. “Dibandingkan tahun lalu relatif sama. Artinya minat wisatawan untuk berlibur ke Malang masih terjaga,” kata Agoes. Dari sisi pola pemesanan, tren digital masih mendominasi. Mayoritas tamu hotel melakukan reservasi melalui online travel agent (OTA), seiring dengan kemudahan akses dan banyaknya pilihan promo yang tersedia. Baca Juga : 2 Januari Operasional Bank Buka? Ini Jadwalnya Usai Libur Tahun Baru Meski demikian, pemesanan secara langsung atau walk in tetap ada, terutama dari wisatawan yang datang secara spontan atau hanya menginap dalam waktu singkat. Menurutnya, faktor keamanan dan kenyamanan kota selama libur panjang turut berpengaruh terhadap stabilnya tingkat hunian hotel. Aktivitas wisata berjalan normal, lalu lintas terpantau ramai namun terkendali, dan tidak ada gangguan berarti yang berdampak pada kunjungan wisatawan. “Selain itu juga cuaca yang mendukung, sehingga membuat wisatawan tidak ragu untuk berwisata,” tutup Agoes.