Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Kunjungan Wisata Alam di Jateng Turun, Guci Anjlok 12.000 Pengunjung Imbas Banjir Bandang

SEMARANG, KOMPAS.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mengungkapkan adanya penurunan tajam kunjungan wisata berbasis alam selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hal ini diduga kuat berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran wisatawan terhadap potensi bencana alam yang marak terjadi belakangan ini. Ketua PHRI Jawa Tengah, Heru Isnawan, menyebutkan bahwa faktor psikologis wisatawan sangat berpengaruh. Banyaknya informasi terkait bencana membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih destinasi liburan.“Info yang kami himpun, wisata alam justru turun cukup tajam dibanding tahun lalu. Orang jadi lebih berhati-hati. Ada korelasi dengan banyaknya bencana yang terjadi,” ujar Heru melalui sambungan telepon, Sabtu (3/1/2026). Baca juga: Wisata Guci Tegal Tetap Buka Usai Diterjang Banjir Bandang, Disporapar: Aman Terkendali Dampak Psikologis di Wisata Guci Tegal Salah satu destinasi yang terdampak paling signifikan adalah kawasan pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal. Meskipun pihak pemerintah daerah telah menyatakan kawasan tersebut aman dikunjungi, jumlah pelancong tetap merosot tajam. Berdasarkan data Disporapar Jawa Tengah, pada periode Nataru tahun lalu tercatat ada 35.798 wisatawan yang berkunjung ke Guci. Namun, pada periode yang sama tahun ini, jumlah tersebut anjlok menjadi 23.649 orang saja. “Meskipun sudah dinetralisir informasinya dan hanya terlokalisir, ternyata belum cukup mendongkrak kunjungan. Ada penurunan wisatawan sebanyak 12.149 dibanding periode Nataru tahun sebelumnya,” tutur Kabid Pemasaran Disporapar Jateng, Endro Wicaksa.Revitalisasi Pancuran 13 Masih Berjalan Dok. Grup Whatsapp Warga Tegal Tangkapan layar warga menghindari banjir sungai yang sampai merusak jembatan Pancuran 13 OW Guci Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/12/2025). Kronologi Banjir Bandang di Guci Tegal, Lenyapkan Kolam Pemandian Air Panas Penurunan minat ini merupakan imbas dari banjir bandang yang menerjang kawasan Air Panas Pancuran 13 Guci pada Sabtu (20/12/2025). Bencana tersebut merusak fasilitas utama pemandian dan menghanyutkan sebuah jembatan kecil di area wisata. Kepala Disporapar Jateng, Muhamad Masrofi, menjelaskan bahwa hingga saat ini kawasan Pancuran 13 masih ditutup untuk umum karena kerusakan yang dialami cukup parah dan membutuhkan waktu revitalisasi yang panjang. Sementara itu, area lain seperti Pancuran 5 sudah mulai beroperasi kembali. Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang Terjang Guci Tegal, Kolam Pemandian Pancuran 13 Lenyap Disapu Arus “Pancuran 13 yang kena banjir parah karena tempatnya tersapu. Itu mungkin membutuhkan waktu yang mungkin agak panjang ya. Kita belum dapat memberi prediksi untuk penanganannya secara cepat,” ungkap Masrofi. Meskipun sebagian besar area Guci dinyatakan aman, ketakutan wisatawan tampaknya belum sepenuhnya hilang, sehingga target kunjungan wisata alam di Jawa Tengah pada awal tahun 2026 ini belum mencapai angka yang diharapkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang